tes




1. Jurnal [Kembali]

MODUL 2 : Pengukuran Daya dan Oscilloscope

1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik

Tegangan DC
Amplitudo VppPeriodaFrekuensi
1,60 V--
Tegangan AC
Amplitudo VppPeriodaFrekuensi
42,4 V1.000 ms1,004 kHz

2. Membandingkan Frekuensi
 
Jenis
Gelombang
Frekuensi
Oscilloscope
Frekuensi Function
Generator
Sinusoidal1.000kHz1.000kHz
Segitiga1.000kHz1.000kHz
Pulse1.000kHz1.000kHz
 

3. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

Perbandingan
Frekuensi
Frekuensi Generator A
(fy)
Frekuensi Generator A
(fy)
Gambar
Lissajous
1:11000Hz1000Hz
1:21000Hz2000Hz
2:12000Hz1000Hz
1:31000Hz3000Hz
3:13000Hz1000Hz
3:23000Hz2000Hz
2:32000Hz3000Hz

4. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri
 
BebanDaya Terukur
(Watt)
V totalI Total
1 Lampu0.30090.250.2
2 Lampu0.88070.80.2
3 Lampu1.32880.30.2
 
5. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel

BebanDaya Terukur
(Watt)
V totalI Total
1 Lampu0.56291.80.29
2 Lampu1.07821.80.24
3 Lampu1.55791.80.29

2. Prinsip Kerja [Kembali]

1.   Kalibrasi oscilloscope

Prinsip kerja pada saat kita melakukan kalibrasi osiloskop  Proses ini memastikan bahwa amplitudo, frekuensi, dan bentuk gelombang yang ditampilkan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Dengan menghubungkan probe input oscilloscope ke terminal kalibrasi pada osiloskop, lalu menyetel skala tegangan , waktu, dan posisi gelombang harus sejajar atau memiliki perbandingan posisi yang sama agar pembacaan akurat.

2.   Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik

Susun rangkaian seperti gambar berikut :


    Prinsip kerja Untuk mengukur dan mengamati tegangan searah (DC) dan tegangan bolak-balik (AC) menggunakan osiloskop, dilakukan penyetinggan sebagai berikut Sumber tegangan searah (DC) sebesar 4V dihubungkan ke channel B oscilloscope. Melalui channel ini, dapat diamati bentuk gelombang arus searah dan diukur nilai tegangannya. Untuk mengamati gelombang dan tegangan arus bolak-balik (AC), digunakan sinyal sinusoidal dari signal generator dengan frekuensi 1 kHz dan tegangan 4 Vp-p (volt peak-to-peak). Sinyal ini dihubungkan ke channel A oscilloscope sehingga bentuk gelombang AC dapat terlihat dengan jelas.

3. Mengukur dan Mengamati Frequency

Susun rangkaian seperti gambar berikut :


Prinsip kerja pengukuran frekuensi dengan oscilloscope adalah mendeteksi dan menampilkan bentuk gelombang sinyal dari function generator, selanjutnya membandingkanm dengan frekuensi yang ditunjukkan oleh function generator untuk melihat keakuratan pengukuran.

Gambar gelombang sinosoidal :

Gambar gelombang segitiga : 

Gambar gelombang kotak :

4. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

Susun rangkaian seperti gambar berikut

 

Prinsip kerja membandingkan frekuensi dengan pola Lissajous pada osiloskop  adalah dengan menampilkan dua sinyal tegangan yaitu  X dan Y, lalu mengamati bentuk pola yang dihasilkan. Pola ini membantu memvisualisasikan hubungan frekuensi dengan cara yang sederhana dan akurat. Dari bentuk pola Lissajous ini, perbandingan frekuensi antara dua sinyal bisa ditentukan dengan menghitung jumlah simpul atau potongan garis pada masing-masing sumbu.

Gambar perbandingan frekuensi  1:1

 

     
    Gambar perbandingan frekuensi  1:2
 
 
    
     Gambar perbandingan frekuensi  2:1
 
  

    Gambar perbandingan frekuensi  1:3
 
 

    Gambar perbandingan frekuensi  3:1 

 

    Gambar perbandingan frekuensi  3:2

 

    Gambar perbandingan frekuensi  2:3

   

 

5. Mengukur Daya Satu Fasa 

 

    Prinsip kerja pengukuran daya satu fasa pada rangkaian seri dan paralel adalah dengan mengukur besarnya daya listrik yang diserap oleh beban menggunakan wattmeter. Dalam rangkaian seri, arus yang mengalir sama pada setiap beban, sedangkan dalam rangkaian paralel, tegangan pada setiap beban adalah sama. Dengan menghubungkan sumber AC ke rangkaian dan mencatat daya yang terbaca pada wattmeter. Dan menganalisa pengaruh rangkaian terhadap daya listrik

3. Video Percobaan [Kembali]

  • Kalibrasi Osiloskop

  • Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik
  • Mengukur dan Mengamati Frequency
  • Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

 

4. Analisa[Kembali]

    1.)     Mengapa perlu dilakukan kalibrasi sebelum osiloskop digunakan?
Jawab:

Kalibrasi pada oscilloscope penting untuk memastikan alat ini mengukur sinyal listrik dengan akurat. Dengan kalibrasi, kita bisa mengurangi kesalahan pengukuran yang terjadi karena perubahan komponen internal seiring waktu. Kalibrasi juga menjaga agar hasil pengukuran tetap konsisten . Selain itu, proses ini memastikan bahwa oscilloscope memberikan data yang valid dan dapat dipercaya dalam jangka panjang.

    2.)     Jelaskan perbedaan tegangan AC dan DC pada osiloskop berdasarkan amplitude, frekuensi dan perioda! 
        Jawab:

 

Tegangan DC
Amplitudo VppPeriodaFrekuensi
1,60 V--
Tegangan AC
Amplitudo VppPeriodaFrekuensi
42,4 V1.000 ms1,004 kHz

Analisis Tegangan AC

1) Amplitudo Tegangan AC memiliki amplitudo yang berubah-ubah secara periodik, Dalam kasus ini, tegangan AC memiliki amplitudo dengan nilai puncak-ke-puncak (Vpp) 27 V. Tegangan AC berubah-ubah karena berasal dari sumber arus bolak-balik yang dihasilkan oleh perubahan medan magnet pada generator listrik. Perubahan ini menyebabkan arus dan tegangan berganti arah secara teratur, menciptakan pola gelombang periodik. Inilah mengapa tegangan AC memiliki amplitudo, frekuensi, dan periode yang terukur.

2)  Frekuensi Tegangan AC memiliki frekuensi tertentu yang menunjukkan seberapa cepat gelombang tersebut berulang dalam satu detik, dinyatakan dalam Hertz (Hz). Pada pengukuran ini, frekuensi AC adalah 1 kHz.

3) Periode Tegangan AC memiliki periode, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk satu siklus gelombang penuh. Pada pengukuran ini, periode AC adalah 1000 ms.

    

 Analisis Tegangan DC

 

 1)  Amplitudo Tegangan DC seharusnya memiliki amplitudo tetap dan tidak berosilasi, sehingga nilai

puncak-ke-puncaknya (Vpp) idealnya adalah 0 V. Jika pada pengukuran terlihat nilai selain 0 V, kemungkinan besar terjadi kesalahan pembacaan atau gangguan seperti noise.

2) Frekuensi Tegangan DC tidak memiliki frekuensi karena arus dan tegangannya konstan, sehingga frekuensinya adalah 0 Hz.

3)    Periode Tegangan DC tidak memiliki periode karena tegangannya tidak berubah seiring waktu dan tidak membentuk gelombang.

 

     3)     Jelaskan macam-macam bentuk gelombang berdasarkan generator fungsi dan frekuensi !

         Jawab:

    a) Gelombang Sinusoidal

    Bentuk Gelombang ini terlihat halus dan simetris, berosilasi naik dan turun secara teratur. Gelombang ini sering digunakan dalam analisis sistem karena bentuknya yang teratur dan mudah di identifikasi.

  

b) Gelombang Persegi

Bentuk Naik dan turun secara linear, membentuk sudut tajam di puncak dan lembah. Berguna dalam 

simulasi dan pengujian sistem linier.

 

c) Gelombang Segitiga

Bentuk Naik dan turun secara linear, membentuk sudut tajam di puncak dan lembah. Berguna dalam 

simulasi dan pengujian sistem linier.

 

4) Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban  lampu seri

     Jawab:

BebanDaya Terukur
(Watt)
V totalI Total
1 Lampu0.30090.250.2
2 Lampu0.88070.80.2
3 Lampu1.32880.30.2
    Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu seri!
Perhitungan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung tidak sama. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti keterbatasan ketelitian alat ukur, tidak diperhitungkannya faktor daya.

5Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban  lampu parallel!

    Jawab: 

BebanDaya Terukur
(Watt)
V totalI Total
1 Lampu0.56291.80.29
2 Lampu1.07821.80.24
3 Lampu1.32881.80.29

    Perhitungan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung tidak sama. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti keterbatasan ketelitian alat ukur, tidak diperhitungkannya faktor daya.

5. Download File[Kembali]

  • Video Kalibrasi Osiloskop (link)
  • Video Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik (link)
  • Video Mengukur dan Mengamati Frequency (link)
  • Video Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous (link
  • Tugas Pendahuluan (link)
  • Laporan Akhir (link)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

MODUL 3 KOMUNIKASI

DAFTAR ISI      1. Pendahuluan      2. Tujuan      3. Alat dan Bahan      4. Dasar Teori      5. Percobaan Percobaan ... T...